Portal informasi Hari Ulang Tahun Perkawinan umat Paroki St. Yohanes Rasul Pringwulung.
Kalender
Pilih bulan untuk melihat pasutri yang merayakan ulang tahun perkawinan. Di bawah nama bulan tertera jumlah pasutri yang merayakan.
Pesta perkawinan
Pilih tahun untuk melihat pasutri yang merayakan pesta perak, rubi, emas, dan intan perkawinan.
Renungan
Bacaan singkat untuk direnungkan bersama pasangan, di rumah atau dalam pertemuan lingkungan. Ketuk judul untuk membaca.
"Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu. Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia."
Pada hari pernikahan, dua orang berdiri di depan altar dengan sejarah, kebiasaan, dan keluarga yang berbeda. Yesus tidak meminta mereka menghapus perbedaan itu. Ia menyatakan bahwa Allah sendirilah yang mempersatukan mereka.
Menjadi satu bukan berarti selalu sependapat. Menjadi satu berarti memilih untuk berjalan ke arah yang sama, bahkan ketika langkah kaki tidak selalu seirama. Kesatuan itu dirawat setiap hari: lewat sapaan pagi, keputusan yang diambil bersama, dan kesediaan untuk tetap tinggal ketika keadaan sulit.
Untuk direnungkan: Dalam hal apa kami sudah sungguh menjadi satu, dan dalam hal apa kami masih berjalan sendiri-sendiri?
"Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu."
Bacaan ini sering dibacakan pada misa pernikahan, tetapi maknanya baru terasa setelah bertahun-tahun hidup bersama. Kasih yang digambarkan Paulus bukan perasaan yang datang dan pergi. Kasih itu adalah keputusan yang diulang setiap hari.
Kesabaran diuji pada hal-hal kecil: kebiasaan pasangan yang tidak berubah, kata-kata yang terucap ketika lelah, rencana yang gagal. Di situlah kasih tumbuh, ketika kita memilih untuk tidak menyimpan kesalahan dan tetap berharap pada kebaikan pasangan.
Untuk direnungkan: Sifat kasih mana dari bacaan ini yang paling perlu saya latih terhadap pasangan saya?
"Setiap orang menghidangkan anggur yang baik dahulu ... akan tetapi engkau menyimpan anggur yang baik sampai sekarang."
Mukjizat pertama Yesus terjadi di sebuah pesta perkawinan di Kana. Ketika anggur habis, Maria tidak panik. Ia membawa kekurangan itu kepada Yesus dan berkata kepada para pelayan, "Apa yang dikatakan kepadamu, buatlah itu."
Setiap perkawinan suatu saat kehabisan anggur: semangat yang memudar, ekonomi yang sulit, anak-anak yang membawa tantangan baru. Kisah Kana mengajak pasutri untuk membawa kekurangan itu kepada Tuhan. Bagi pasutri yang merayakan pesta perak dan emas, kisah ini juga sebuah janji: anggur terbaik sering kali justru datang belakangan.
Untuk direnungkan: "Anggur" apa yang sedang habis dalam keluarga kami, dan sudahkah kami membawanya kepada Tuhan dalam doa bersama?
"Berdua lebih baik daripada seorang diri ... Tali tiga lembar tak mudah diputuskan."
Pengkhotbah berbicara tentang dua orang yang saling menolong: jika yang satu jatuh, yang lain mengangkatnya. Lalu ia menambahkan lembar ketiga. Tradisi Kristiani melihat lembar ketiga itu sebagai Tuhan sendiri, yang hadir di tengah pasangan suami istri.
Perkawinan yang hanya bersandar pada kekuatan dua orang mudah putus ketika keduanya sama-sama lelah. Doa bersama, Ekaristi, dan keterlibatan dalam hidup menggereja di lingkungan adalah cara-cara sederhana untuk menganyam lembar ketiga itu ke dalam hidup sehari-hari.
Untuk direnungkan: Kapan terakhir kali kami berdoa bersama sebagai suami istri, bukan hanya masing-masing?
"Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain ... sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu."
Tidak ada perkawinan tanpa luka. Dua orang yang hidup sedekat itu pasti pernah saling menyakiti, sengaja atau tidak. Yang membuat perkawinan bertahan bukan tidak adanya kesalahan, melainkan kesediaan untuk mengampuni dan memulai lagi.
Paus Fransiskus menasihati pasutri dengan tiga kata sederhana: "boleh", "terima kasih", dan "maaf". Ia juga berpesan agar suami istri jangan mengakhiri hari tanpa berdamai. Pengampunan tidak selalu menghapus rasa sakit seketika, tetapi membuka jalan bagi Tuhan untuk memulihkannya.
Untuk direnungkan: Adakah kata "maaf" atau "terima kasih" yang belum sempat saya ucapkan kepada pasangan saya?
Doa pasutri
Allah Bapa yang penuh kasih, terima kasih atas anugerah perkawinan kami dan atas setiap tahun yang telah Engkau percayakan kepada kami. Ampunilah kami atas kata dan sikap yang saling melukai. Teguhkanlah kesetiaan kami, sabarkanlah hati kami, dan jadikanlah keluarga kami tempat kasih-Mu dirasakan oleh anak-anak dan sesama. Seperti di Kana, hadirlah selalu di tengah kami. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin.
Informasi
Kegiatan pastoral keluarga dan perayaan HUP di Paroki Pringwulung. Agenda terdekat ada di paling atas.